Welcome to my blog :)

rss

Kamis, 03 Maret 2011

Surga di telapak kaki ibu




Anak harus patut (menurut), menghargai, dan menghormati orang tua. Apa lagi kepada ibu, karena ibu yang melahirkan dan membesarkan kita di dunia ini. Selama sembilan bulan, ibu mengandung kita. Betapa beratnya cobaan yang dihadapi dan betapa sakitnya beliau merasakan itu,(bagaikan seribu rasa sakit yang menjadi satu). Ketika melahirkan, beliau mempertaruhkan nyawanya hanya demi kita. Dan beliau telah membesarkan kita dengan kasih sayang.
Untuk itu, kita harus patut yaitu dengan cara membantu beliau bekerja semaksimal mungkin. Dan menghargai beliau, karena beliau sudah mendidik kita mulai dari kecil sampai besar, mendo'akan, dan menyekolahkan kita dengan cara kerja keras. Itu semua hanya untuk kita. Maka dari itu, jangan sampai menjadi dhurhaka yaitu berani, sombong, dan keras terhadap orang tua (ibu). Karena surga ada di telapak kaki ibu, yaitu jika kita berbakti kepadanya, kita akan mendapat surga dan jika kita dhurhaka kepadanya, kita akan mendapat neraka. Jadi umumnya, kita harus bisa membantu orang tua. Karena kita tidak bisa sukses tanpa disertai do'a ibu.

Manusia


          Kita sebagai manusia, yaitu sebagai makhluk sosial, kita harus saling membantu atau saling tolong-menolong. Seperti gambar di bawah. Apabila saudara,teman, atau tetangga sedang tertimpa musibah, kita harus membantu. Walaupun mereka kaya, miskin, baik, dan jahat, kita harus membantu mereka. Karena mereka juga sama dengan kita yaitu sama-sama manusia dan di ciptakan oleh Tuhan, dan juga derajat kita sama di mata tuhan. Dan sebagai manusia, kita jangan sombong. maksudnya kita jangan sombong kepada oran lain. Seperti, ada teman kita yang sedang jatuh. Kita harus menolong, tetapi jangan mentertawakan atau menghinanya. Karena kita akan mendapat balasan (kualat). Jadi pada umumnya kita sebagai manusi harus saling membantu, karena kita manusia biasa tidak ada apa-apanya dihadapan Tuhan.
       

Rabu, 02 Maret 2011

Keindahan Ijen


          Foto-foto di bawah ini, gambaran suasana di gunung Ijen, yaitu pada hari minggu aku dan teman-teman bersepedahan atau berwisata di gunung Ijen Banyuwangi. Perjalanan menuju ke kawah Ijen sangat melelahkan. Dan lagi jalannya diselimuti kabut yang tebal. Jadi sulit melihat dan mata terasa perih. Tetapi di gunung Ijen membuat aku dan teman-teman tidak menyerah. Karena pemandangan di sana sangat iindaaah. Banyak pepohonan dan binatang-binatang hutan seperti monyet. Pohon-pohon di sana besar-besar. Apa lagi kebersihan di sana terjaga. Setiap pinggir jalan untuk menuju kawah ijen, terdapat gubug untuk beristirahat dan disediakan tempat sampah. Jadi tempat jalannya air dan jalan menuju ke kawah Ijen terjaga kebersihannya. Dan juga di lereng atau bagian bawah gunung Ijen tanahnya subur, baik untuk bercocok tanam dan kawah Ijen cocok digunakan untuk berpariwisata.
          Di bagian puncak atau tempat kawah Ijen, selalu mengeluarkan asap. Dan katanya kalau setiap ada tamu yang baru kabut atau asap itu selalu menyapa. Tapi bukan hanya di tempat kawah Ijen saja, melainkan di lereng-lereng atau di jurang juga mengeluarkan asap. Seperti pada gambar dibawah.
          Kawah Ijen atau belerang digunakan untuk membuat patung atau dibuat kerajinan tangan tapi cara pembuatannya menggunakan kayu. Karena kalau menggunakan besi akan meleleh. Kerajjinan tangan itu berbentuk  seperti candi-candian, kura-kura, kelinci dan lain-lain. Selain itu belerang juga dapat digunakan sebagai obat kulit. Seperti gatal-gatal,panu,jerawat, dan lain-lain. Di sana banyak orang yang bekerja membuat atau mengangkat belerang dan kemudian dijual. orang-orang yang bekerja di sana tubuhnya kuat-kuat, karena kebiasaan mereka mengangkat beban-beban berat dengan jarak yang jauh.